Skip to main content

Kembali ke 5 Tahun yang Lalu

Suatu hari, aku ditanya oleh salah seorang pria yang menggunakan kemeja seperti guru.

"Katakanlah, apakah anda mau kembali lagi ke lima tahun yang lalu?" dia bertanya.
Aku bingung, apa maksud dari ucapannya itu. Aku lalu menjawab.
"Apa maksud anda? Kenapa anda mengatakan hal seperti itu?"
"Saya menawarkan. Apa anda mau kembali ke lima tahun yang lalu?"
Aku berpikir. Ah, orang ini pasti bercanda. Aku ingin tau dia sebenarnya siapa. Aku lalu bertanya kembali.
"Maaf anda sebenarnya siapa? Apa tujuan anda untuk mengatakan hal yang seperti itu?"
"Saya bisa mengembalikan kamu ke lima tahun yang lalu. Mungkin kamu bisa memperbaiki hal-hal yang telah rumpang selama ini. Mungkin kamu juga dapat memperbaiki hubungan anda dengan pacar anda. Mungkin pula anda dapat bertemu kembali orang yang pernah anda temui lima tahun yang lalu."
Kembalilah aku berpikir. Apakah aku dapat kembali ke lima tahun yang lalu dan memperbaiki semua hal yang telah aku rusak? Apakah aku dapat membuat orang-orang yang telah membenciku menjadi sayang lagi denganku? Pertanyaan itu merasuk ke dalam pikiranku. Akhirnya, aku memutuskan untuk kembali ke lima tahun yang lalu.
"Baiklah, saya mau. Apa ini perjalanan yang cukup aman?"
"Wah, jangan ditanya. Tentu saja ini perjalanan yang paling nyaman. Anda hanya perlu tidur saja. Sekarang anda hanya perlu berbaring di lantai ini dan tidur tenang. Saya akan membuat mantera."
Sesuai dengan instruksi dia, aku tidur di bawah. Dia mengucapkan mantera-mantera itu.
"Saya katakan sekali lagi, tidurlah dengan tenang. Anda akan kembali ke lima tahun yang lalu."
Aku tidur. Tak lama kemudian aku terbangun. Inikah lima tahun yang lalu? Aku lalu memasuki sebuah sekolah. Itu sekolah lamaku. Tujuanku adalah membuat semuanya lebih baik.
Akan tetapi, saat aku melakukannya, aku merasa aku bukannya membuat hal tersebut menjadi semakin baik. Aku membuatnya menjadi semakin kacau balau. Aku sadar, aku tidak mungkin bisa memperbaiki sesuatu yang telah lama terjadi dengan cara seperti itu. Aku lalu memohon.
"Aku sadar bahwa aku tidak bisa memperbaiki hidup dengan cara seperti ini. Aku seharusnya berpikir untuk menghadapi masa depan, bukan untuk menetap kembali ke masa lampau. Seharusnya aku berpikir ke depan, agar tidak terjadi penyesalan berikutnya. Tolong kembalikan aku ke masa sekarang......."
Duk
Aku terjatuh dari tempat tidur. Syukurlah itu hanya mimpi. Ingatlah, kita mungkin sulit memperbaiki sesuatu yang pernah terjadi. Akan tetapi kita dapat membuat sesuatu itu lebih baik di masa depan.
*ini mimpi nyata dengan sedikit rekayasa ;)

Comments