Skip to main content

Trust or Trash

Trust......
Kata seperti itu sudah tidak asing lagi didengar oleh kita. Ini adalah salah satu permasalahan yang dialami oleh remaja saat ini. Sebenarnya, apa itu kepercayaan? Kepercayaan bisa dibilang seperti ini. Kepercayaan adalah sebuah perasaan percaya yang ditaruh oleh orang untukmu dengan tujuan untuk meminta suatu hal pada orang itu. Hal itu bisa berupa rahasia, penyampaian pesan, dan lain sebagainya.
Kepercayaan bisa ditaruh pada orang yang sudah sangat dekat dengan kita, mungkin sahabat atau orang yang "melebihi sahabat". Misalnya, salah satu temanmu menceritakan rahasia padamu. Sebut saja Agent X. Agent X mengatakan bahwa ia suka pada seseorang. Maka secara tidak langsung, Agent X menaruh rasa percaya padamu. Sekarang rahasia itu tergantung padamu. Apakah kamu mau menjaga rahasia ini atau kamu mau mengatakan ini pada semua orang di dunia ini dan membuat Agent X malu? Tentu sebagai teman yang dipercaya oleh Agent X kamu akan menjaga rahasia itu walaupun kamu dipaksa untuk mengatakannya. Akan tetapi, jika kamu mengatakan itu pada semua orang, kita tidak tahu karakteristik Agent X bagaimana. Kalau baik ia akan memaafkan kita. Namun kalau dia agak baper, ia tidak mau memaafkan kita sampai kapanpun.
Aku punya sedikit pengalaman tentang rasa percaya dengan teman. Pengalaman ini membuatku merasa tidak mau lagi percaya dengan orang lain. Aku pernah dikhianati oleh teman. Aku pikir ia tidak pernah mengejekku dari belakang. Kenyataannya ya seperti itu. Aku diejek dari belakang, dibuat seakan-akan aku adalah sampah, dan lain sebagainya. Aku merasa tersinggung saat melihat kenyataan yang menyakitkan itu. Aku merasa tidak pernah bisa memaafkan orang yang seperti itu. Namun sekarang, aku sudah memaafkan orang itu.
Namun, aku juga pernah memaafkan orang yang kuanggap sebagai pengkhianat. Jadi ceritanya aku pernah suka pada orang lain. Kemudian orang itu seperti merebut orang yang aku suka. Saat itu, aku shock mendengarnya. Aku merasa dia adalah pengkhianat. Aku juga mempertanyakan persahabatan kita. Namun, akhirnya setelah dipikir-pikir aku putuskan untuk memaafkannya saja karena toh, dia tidak bermaksud melakukannya. Akhirnya pertemanan kami masih berlanjut sampai 3 tahun.
Ini adalah saran untuk remaja indonesia yang membaca blog ini. Aku mungkin tidak akan pernah mengerti tentang masalah-masalah kalian. Akan tetapi mungkin ini solusi yang baik. Aku akui, jika kita sudah berkhianat pada orang lain, orang itu pasti akan lebih sulit memaafkan kita . Gained people trust is easier than lost people trust. Apabila hal tersebut sudah tidak bisa diperbaiki lagi, meskipun kamu sudah menyesal, maka satu-satunya cara untuk memperbaikinya adalah mencari teman baru sebanyak mungkin dan berubahlah menjadi pribadi yang baru. Lebih menjaga rahasia orang dan dapat menyampaikan amanah dengan baik. Kamu baik pada orang lain, namun kamu juga harus berbuat baik pada orang yang sudah hilang percaya padamu. Insyaallah, mungkin jika berhasil, dia mau memaafkan kita. Namun, kebaikan itu jangan hanya sebagai reka-rekaan, tapi juga menjadi satu cara untuk berubah jadi diri yang baru. Berbuat baiklah dengan tulus.
Jika ada seseorang yang pernah berkhianat padamu, akan lebih baik bila kamu memaafkannya daripada kamu terus mengingat kesalahan dia. Kamu tidak akan merasa tenang bila terus mengingat kesalahan dia. Dia mungkin saja khilaf atas kesalahannya. Berilah dia kesempatan untuk merubah diriya dahulu. Insyaallah dia akan menjadi orang yang terpercaya. Jangan berbuat sinis padanya. Sikapnya biasa saja. Okay ;). Ingatlah, semua kejadian ini telah terjadi tidak bisa dipungkiri lagi, namun buatlah semuanya menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Akhir kata, sampai bertemu di artikel selanjutnya.
*bila kamu sebagai remaja punya masalah, silahkan bagi masalahmu di sini jika kamu tidak malu.

Comments