Skip to main content

Mr Gold Part 2

Mr Gold mengeluarkan Sinar Penyesalan. Sinar silau menyinari mata mereka. Seketika mereka berada di daerah yang kumuh.

"Ini dimana?? Eh apa yang terjadi??" tanya Aji.
"Heh, pria aneh?! Apa yang kau lakukan?!!" marah Hamid.
"Aku akan memberikan sebuah visi-visi dimana kalian akan menyesal."
Mereka bingung. Tiba-tiba, mereka melihat orang-orang yang sedang bekerja.
"Heh, jangan malas! Ayo kerjakan!"
Orang-orang itu bekerja lagi. Rupanya mereka sedang membangun jalan Anyer-Panarukan. Belanda menyuruh mereka untuk bekerja paksa. Banyak orang yang disiksa jika menentang.
"Awas, kita akan diserang oleh mereka!!!" Teriak Farhan.
"Tenang saja, kita hanyalah melihat proyeksi saja. Kita tidak akan tersentuh atau diserang," kata Mr Gold.
Mereka terus melihat betapa kejinya Belanda terhadap warga sipil.
"Indonesia telah dijajah Belanda selama 3,5 abad. Waktu yang cukup lama bukan? Waktu yang sangat lama untuk merasakan penderitaan yang sangat sakit ini. Lihatlah kalian, kalian masih sehat dan masih kuat, kenapa kalian mengotori tubuh kalian dengan alat-alat seperti ini," kata Mr Gold sambil melempar rokok dan minuman keras.
"Sedangkan lihatlah mereka. Banyak dari mereka yang sakit-sakit ingin sehat tapi disuruh bekerja. Kasihan bukan. Mereka sama sekali tidak pernah berpikir untuk refreshing dan bersenang-senang seperti kalian. Bahkan anak-anak dan remaja pun disiksa oleh mereka. Ironis bukan?"
Seketika kelima anak nakal itu menangis ketakutan. Raka sampai menangis tersedu-sedu. Ketakutan melihat kekejaman Belanda terhadap warga Indonesia.
Mr Gold mengeluarkan Sinar Penyesalan lagi. Mereka berpindah lagi ke tempat lain. Mereka melihat daerah-daerah kumuh lagi. Ada kos-kosan, dan lain sebagainya. Terlihat seorang anak yang meminta-minta pada ibunya.
"Ma....aku ingin sepatu dan seragam baru...."
"Mama tidak punya duit nak. Nasi saja tidak bisa dibeli. Nanti insyaallah mama pasti belikan ya... sekarang kamu sabar saja."
"Cobalah kalian tengok lagi. Kalian masih untung dapat barang yang kalian inginkan. Coba lihat anak itu! Seragam saja tidak bisa dibeli karena tidak mampu."
Tomy menangis pilu melihatnya. Seketika ia melihat buldozer besar. Rupanya ada penggusuran rumah-rumah yang tidak resmi. Warga sipil itu terus memohon. Namun mereka ditarik paksa oleh orang-orang itu. Rumah yang mereka tempati telah rata. Semua hangus. Mereka harus memikirkan lagi masalah hidup dan tempat mereka.
"Sekarang kalian lihat semua itu dan renungkan semuanya."
Kelima anak itu merenungkan kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat. Mereka masih beruntung bisa sekolah dan orang tua mereka masih berada. Akhirnya Mr Gold mengembalikan mereka ke asrama putra.
"Sekarang apa yang kalian pelajari dari kejadian ini?"
"Kami sadar bahwa kami tidak seharusnya bersenang-senang terus seperti ini. Kami sadar, kami harusnya melakukan perjuangan sebagai siswa, yaitu belajar dan bekerja keras. Saat kami lihat mereka, kami merasa bahwa kami tidak seharusnya mengeluh tentang ke sekolah. Mereka yang cobaannya lebih besar tidak pernah mengeluh dan malas," terang Raka.
"Betul kata Raka. Apa sih susahnya sekolah??" Kata Aji
"Bagus, mulai besok kalian pergilah ke sekolah. Aku ada urusan."
"Makasih, eh maaf nama anda siapa?" Tanya Farhan.
"Saya.........MR GOLD!!! Pembela Generasi Muda. Sampai jumpa!!!!!"
Mr Gold menghilang dari pandangan mereka.
Keesokan harinya, kelima anak itu akhirnya masuk sekolah. Hari ini pelajaran fisika. Mr Gold masuk sebagai guru fisika. Tidak ada yang tahu mengenai Mr Gold. Akhirnya Mr Gold berhasil mengatasi masalah remaja :)))))

Comments